Friday, December 23, 2011

single.

people tend to use so many excuses for their single status, I don't know why.
let me give you you some of the examples like, I'm single because..
"God has a beautiful plan for me" (ahh you gotta be kidding me, wake up buddy!)
"all guys are jerk!" (well hello.. aren't you? girls are jerk too, sometime.)
"he's just too perfect for me" (if he is too perfect for you, and you feel like you're not good enough for him, then why don't you let him go?)
"being too picky" (let me buy you a mirror. cause if you're really too picky, you won't complain, clear enough.)
"didn't seem to find the right one" (and you know what? you will never know unless you try sweetheart.)
"stuck with the past" (get off your butt! you're living for the future, not for the past!)
"insecurity" (find yourself a therapist! nobody's perfect, they're not perfect either.)
okay, whatever the excuses are, I don't care, they just sound so silly for me. cause I found a really hard time being in a relationship with all of those ridiculous guys who didn't seem to find any clue about their own lives. and now, I enjoy being single, free as a bird, free thinker, free to open up my mind, free to spread my wings, free to do things I always wanted to do, and free to be who I am.
I love my life today, and I don't feel like I want to spend any of my time with that "lost" kinda guy anymore. I'd like to see some others direction sometime, and not always be about me anymore :)

Tuesday, December 20, 2011

be strong my M. Dwiki :)

jangan sedih dico..
denger berita ayah kamu meninggal tuh bener-bener ngagetin banget, kaya shock therapy pas bangun tidur. aku kaget banget, karena emang baru kira-kira hari senin atau selasa gitu kamu bilang harus pulang ke temanggung karena ayahmu masuk rumah sakit karena sakit liver, dan hari kamis paginya juga aku bbm nanya keadaan ayahmu, kamu bilang kondisinya udah membaik, udah mulai segar, jadi aku pikir udah mulai baikan dan mungkin udah boleh pulang sebentar lagi. dan memang benar, beliau pulang..
sadar ngga sih dik semester ini kita deket banget? alesannya jelas.. karena banyak kuliah bareng, tugas bareng, dan berujung pada main bareng. dan sadar juga ngga sih? aku hampir selalu menghabiskan kuliah hari senin buat ceritain ke kamu semua kisah-kisah sampahku yang selalu kamu tanggepin dengan serius, dan saran-saran yang serius juga? aku baru sangat sadar waktu kamu bbm aku pas ayahmu meninggal dan kamu bilang tolong dengerin cerita-cerita sampahmu nanti.. iya aku baru sadar, dan aku langsung jawab dalam hati "yaiyalah pasti gw dengerin, ngga mungkin banget gw ngga dengerin lo dico.. selama ini yang dengerin cerita gw sama mas irfan siapa? selama ini yang dengerin cerita gw sama bagus siapa? yang selalu ngasih saran-saran yang bikin gw mikir, sampe ngasih jalan keluar terbaik, dan sampe ngetawain cerita gw sama garik siapa?" iya semuanya kamu yang dengerin, dengan detail, dan selalu ngasih saran yang masuk akal, dan juga selalu ngasih saran yang ngga asal ngomong aja.
what goes around comes around.
dengan kamu yang selalu jadi temen ngobrol sebaik itu selama ini, ngga mungkin kali aku bakal nyuekin, atau nganggep kamu lebay dengan ocehan-ocehan (yang kamu bilang) sampah itu, ngga mungkin. kamu baru aja kehilangan orang terpenting dalam hidup kamu, dan apa iya mungkin gitu, aku yang selama ini cuma nyeritain cerita-cerita remeh ngga penting itu bakal cuek sama kondisi kamu sekarang? ngga mungkiiinn.. cause that's what friends are for.
SEMANGAT ya dico! we're all gonna die eventually.. sedih sekarang gpp, yang penting inget aja, kita nih, temen-temen kamu, pasti bakal selalu ada buat kamu, kapan pun itu, pasti akan selalu ada buat dengerin ceritamu apapun itu (walaupun agak lebay) tapi bener kok hehe. aku tau sahabat terbaik kamu baru aja pergi, iya aku tau sahabat terbaik kamu, karena ayahku juga sahabat terbaik ku, dan aku kurang lebih tau akan gimana rasanya kehilangan sahabat terbaik itu, sedih aja gpp, tapi sahabat-sahabat kamu yang lain masih tetep ada kok, lebih tepatnya masih akan selalu ada buat kamu, kapanpun itu.
jadiii tetep SEMANGAT ya DICO!!!!! :)

Monday, December 19, 2011

happy birthday oma :(

I still remember it was like three years ago when we used to spend December together, and it was like three years ago when December used to be a very special month for three of us (me, mom, and oma). yes, it's our birthday.. me on Dec 3rd, oma on Dec 20th, and mom on Dec 25th, but now it's just two of us left, cause you're gone, in peace.
I have so many reasons to keep remembering every special moment we had together, its just so not easy for me to forget, you're just too important for me to be forgotten. and I don't know how many times I should tell you this; until today, I just can't believe that I can't see your face ever again, can't hug you either.
but I let you go oma, yes I do. I let you go in peace, and I know you were gone in peace.
happy birthday oma, I hope you're doing great up there.
dan semoga ade masih selalu bisa bikin oma bangga :)

Sunday, December 18, 2011

three years ago

I can't believe it was three years ago..
when I used to have strawberry milkshake almost in every restaurant
when I used to call all of my girls in Jakarta every night
when I used to have a chat (also) with my girls in Jakarta
when I used to call my long distance boyfriend (also) in Jakarta
when I used to feel so boring with my life
when I used to talk about my high school crush with my girls (all the time! LOL)
when I used to hang out til midnight with my boys
and I just can't believe it was three years ago when I found it incredibly hard to accept the fact that I should live in Jogja, cause I keep thinking that I don't belong here. but today, this place has turned out to be one of my favorite place to stay, the people are great, my friends are awesome, I don't know, in three years I started to love this place even more.
it's just I can't believe time goes real fast, 2012 is coming in two weeks, and I'll get older ever since.

Monday, December 12, 2011

Apa Kabar Pemping?

Kira-kira empat sampai lima bulan yang lalu (6 Juli - 20 Agustus 2011), kita para mahasiswa UGM ikut program yang namanya KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Kelurahan Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kami sudah mempersiapkan banyak hal, banyak harapan, banyak mimpi, banyak agenda, tapi kami mungkin melupakan satu hal, realita.
Sesampainya disana, pada awalnya memang tidak ada yang special, sama saja, mungkin hanya sedikit perbedaan dengan rumah kami yang sebagian besar memang tinggal di kota, tapi tetap saja itu masih bisa disebut dengan rumah. Cukup besar untuk kami bersembilan (dan bersepuluh dirumah Tanjung Pana), dan sangat layak untuk dijadikan rumah tinggal sementara. Untuk rumah kami sendiri, segalanya serba ada, ruang tengah yang sangat luas, kamar yang bahkan cukup untuk berkumpul lima orang, dapur yang amat sangat luas dan nyaman, kamar mandi yang (dapat dikatakan) sangat nyaman untuk ukuran rumah di pulau itu, dan pemandangan dari teras depan dan belakang yang (mungkin) tidak bisa terbayarkan dengan apapun.
Tapi tidak, rumah kami memang tidak senyaman itu, tidak senyaman rumah kami saat kembali ke kota. Tapi apakah standar nyaman itu harus selalu sama dengan yang ada di kota? Ini memang terdengar munafik, tapi kami tahu, kami sendiri malu untuk terus menggunakan standar hidup di kota sebagai standar hidup masyakarat pada umumnya. Karena orang kota pada umumnya lupa dengan apa yang ada disekelilingnya, karena orang kota pada umumnya memilih untuk lupa bahwa kata tidak beruntung itu memiliki arti yang sebenarnya.
Dan rumah kami nyaman, walaupun tanpa listrik dan tanpa air, walaupun harus berjalan sejauh 3km hanya untuk mandi dan mendapatkan air bersih, walaupun harus rela kehilangan waktu pribadi, berbagi tempat, waspada saat hari sudah akan larut saat mandi, walaupun harus berebut mengisi baterai Hp, walaupun harus terus berdebat tentang air dan mencuci piring, walaupun terus mengeluh tentang makanan, walaupun terus mengeluhkan kebosanan, walaupun terus mengeluarkan kata muak, dan walaupun terdapat banyak sekali keluhan didalamnya, tapi kami tahu, bahwa rumah ini tidak akan pernah kami lupakan sampai kapan pun itu, karena disini kami menemukan keluarga baru, yang akan terus menjadi keluarga sampai kapan pun itu.
Pagi dan sore di Mongkol itu sangat indah, seperti melihat sekelompok anak SD yang sudah menanti-nantikan saatnya masuk sekolah karena akan bertemu dengan teman-temannya. Karena disana, kami tidak butuh hiburan yang tidak nyata, karena kami sudah mempunyai hiburan yang amat sangat nyata, yaitu rumah dan keluarga baru. Ya, mereka itu keluarga baru kami, dan kami pun keluarga baru.

Lucunya lagi, kami itu adalah tamu. Kami yang seharusnya membantu mereka menyelesaikan masalah mereka, justru menjadi tamu yang sudah selayaknya harus dijamu. Ini jelas sangat lucu sekali. Hampir satu setengah bulan disana, kami merasa sangat sia-sia, kami tidak melakukan banyak hal yang berarti, kami tidak memberikan suatu bentuk kemajuan yang berati untuk mereka, kami tidak memberikan satu peninggalanpun yang nantinya akan berguna bagi mereka dalam jangka waktu yang panjang, kami malu, ya jujur saja kami malu. Pelajaran yang mereka berikan pada kami sangatlah besar, bagaimana lebih menghargai hidup, menghargai apa yang sudah Tuhan berikan pada umatnya, menghargai segala segi kehidupan yang terkecil, menghargai hari demi hari yang kita lalui dengan kebahagiaan (dalam arti sesungguhnya), dan segala pelajaran lainnya yang tidak dapat disebutkan dengan kata, karena pelajaran itu memang sangat banyak, itu benar-benar banyak. Tapi kami tidak meninggalkan apa-apa, kami hanya meninggalkan cerita, dan kerinduan, ya itu saja.
Empat bulan berlalu dari KKN itu, kami dengar kabar bahwa sudah lebih dari sebulan listrik mati total. Coba dibayangkan, listrik mati total! Itu konyol dan menyedihkan. Mengapa itu konyol? Alasannya sudah jelas, saat kita disana Wakil Wali Kota Batam sering kali datang berkunjung untuk apapun alasannya, dan sangat tidak mungkin bagi pemerintah lokal untuk tidak mengetahui bahwa masih ada wilayah yang tidak dialiri listrik dan masih ada masyarakatnya yang DIBODOHI oleh BUMN NEGARANYA SENDIRI. Tapi apa yang mereka lakukan? Hanya kunjungan dan terus bicara berbagi mimpi. Kami rasa masyarakat Pemping sudah cukup bermimpi, masyarakat Pemping sudah bosan diajak bicara, dan masyarakat Pemping sudah muak untuk terus dibodohi. Ini semua konyol, mereka sungguh sangat tidak beruntung untuk menjadi bagian dari negara yang sangat konyol ini. Dan mengapa itu menyedihkan? Dengan kondisi seperti itu, masih banyak pihak yang ingin memonopoli uang-uang mereka, masih banyak pihak yang merasa kepentingan pribadinya lebih penting dibandingkan jika harus dibagikan pada mereka (yang memang membutuhkan), dan sangat menyedihkan untuk melihat para pemimpin mereka yang berdandan sangat gagah, rapi, dan wangi saat rakyatnya sendiri harus berebut makanan di depan mata mereka sendiri, dan hebatnya mereka merasa itu bukan masalah. Dan jangan pernah mengatakan BUMN itu ada untuk rakyat, karena BUMN justru ada untuk menyulitkan rakyat, karena BUMN itu hanya diperuntukkan untuk mereka yang ambisius, dan hanya untuk mereka yang berfikir tentang kekayaan mereka pribadi tanpa ada orang lain didalamnya. Itu menyedihkan, melihat orang yang hanya hidup untuk memikirkan diri sendiri, ya itu sangat menyedihkan!
Pemping bukanlah satu-satunya wilayah di Indonesia yang mengalami kasus menyedihkan seperti ini. Justru dapat dikatakan ini masih beruntung, karena masih banyak wilayah lain yang keadaannya jauh lebih buruk dibandingkan Pemping, ya, percayalah, jauh lebih buruk. Barangkali, tidak ada listrik lebih dari satu bulan itu jauh lebih baik dibandingkan tidak ada listrik seumur hidup. Tapi tidak ada yang baik dalam ketidak adilan, dan (Ayolah!) jangan berpura-pura lupa, jangan berpura-pura kalian semua tidak tahu apa yang terjadi disana, jangan berpura-pura dunia ini baik-baik saja karena melihat hidup kita yang sudah baik! Dunia tidak hanya berputar padamu, karena dunia juga berputar untuk orang lain, jadi berhenti menutup mata, hati dan telinga, dan berpura-pura tidak tahu bahwa saat kita merasa sebagai salah satu orang paling beruntung di dunia, ada berjuta-juta orang di belahan dunia lain di bumi ini yang merasa mereka adalah orang paling tidak beruntung di dunia.
Kami malu, jujur saja kami malu. Karena keberadaan kami pada saat itu disana tidak memberikan suatu bentuk perubahan nyata yang lebih baik terhadap Pulau Pemping, ya kami sangat malu. Yang membuat kami malu adalah, karena pada saat itu kami berhenti pada kalimat tanya ini "Tapi kami harus berbuat apa? Kami tidak punya cukup sumber daya." ya kami memilih untuk berhenti.
Terima kasih Pemping, untuk segala pelajarannya, untuk segala kenangan dan rumah asing terindah yang pernah kami miliki, terima kasih untuk segala bantuan dan sambutan hangatnya. Kami sadar, saat ini kami sudah hidup sangat bahagia di rumah kami masing-masing, dan seberapa besarpun upaya kami untuk melupakan kalian, keberadaan kalian tidak akan pernah hilang dari ingatan. Dan dari setiap hari indah yang kami lalui ini pun, kami tahu, bahwa kalian juga sedang melalui hari yang sama, namun dengan tingkat kebahagiaan yang berbeda. Terima kasih.

Saturday, December 3, 2011

21st.

finally reached 21st, Alhamdulillah. I couldn't say anything except Alhamdulillah, thank to God for still giving me such an incredible year to live in. honestly, there's nothing special about birthday, but there are several pictures I'd like to share, which quite made this common birthday into something a bit uncommon.
well usually I don't do this thing, but honestly this is the first time in my whole birthday record I got a.. what should we call this one? *LOL* fine, a cake and a rose (imagine that?) *sigh* but thank you anyway, I'll remember it, to remember again this is the first time for me.. thank you baguus, I don't know why you keep doing all the things I hate *deep sigh* but thank you so much :)
you again, finally showed up after that super long sleeping hours.. you did sleep like a dead man! but the (maybe) good thing is my friends like you a lot, so you could just showed up and join us. lucky you (again).

and thank you girls for being with me today, you guys are the best! love yoooouuuu :*

I just couldn't explain how grateful I am to be who I am today, God has showed me all of the greatest things in life for me to live in, I know I couldn't ask for more, cause all of these are way more than enough for me to ask.
thank you Bagus Firman Ramadhan, eventhough you are such a super horrible irritating annoying guy, but still just like you said, no matter how hard it is you won't ever giving up the war like you did two years ago.. fine, we'll see, no matter what this relationship called, thank you ;)
Dwi Prayogi Pangestu Ningsih, Rani Rustiana, you girls truly made my day! you know this college years wouldn't be any nicer without having you girls around, thank yooouu so much for always be with me :*
and last but not least Yenny Retno Mallany (temen kos). thank you for all of those life lessons you wished you never told me *laughing* it was such a great spirit in my life, here in jogja, also thank you for always be my good listener, and thank you for always be my friend :)
thank God for the perfect life, family, friends, great people around, and thank you for still letting me breathe til 21st, Alhamdulillah.