Thursday, May 3, 2012

(pe)nilai(an)


Sejak kecil kita selalu diajarkan untuk saling menghormati sesama manusia, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Segala bentuk penanaman yang kita peroleh dari kecil berasal dari keluarga, sopan santun, moral, pendidikan formal maupun informal, segalanya. Keluarga adalah sumber penghidupan manusia yang paling utama, maka bersyukurlah kita yang memiliki keluarga.
Semakin kita beranjak dewasa, banyak hal lain yang kita peroleh sebagai bekal kita menjalani hidup. Keluarga bukan lagi menjadi yang pertama. Semakin banyak kita berkomunikasi, semakin banyak kita mengenal orang, semakin banyak kita membaca, melihat, dan mendengar, semakin banyak pula sumber ajaran baru bagi kita sebagai individu untuk menjalani hidup kedepannya.
Sampai pada akhirnya, kita semua pun akan sampai pada titik dimana kita sudah mengerti apa sebenarnya arti hidup itu sendiri, dan bagaimana kita harus menjalaninya dengan cara kita sendiri. Dan pada saat itulah kita pada akhirnya juga akan memilih untuk menjadi seorang individu baru yang seperti apa, yang sesuai dengan pilihan kita sendiri.
Terlihat sangat menarik memang, tapi juga menyakitkan.
Keseluruhan proses itu tidak berjalan cepat dan mudah, atau bahkan keseluruhan proses itu tidak akan selalu berjalan seperti apa yang kita inginkan. Kadang akan sangat mudah untuk kita berpikir bahwa saat kita menjalani hidup kita sendiri, kita hanya harus memikirkan tanggung jawab atas diri kita sendiri. Tapi sayang sekali, dunia tidak sekecil itu, dan dunia yang tidak kecil ini tidak akan membiarkan kita untuk memilih dan menjalani itu semua sendiri.
Saat kita berbicara mengenai kehidupan sosial, sudah jelas, akan ada banyak orang di dalamnya. Baik itu orang-orang yang diharapkan atau tidak, orang-orang baik atau jahat, orang-orang yang mengerti atau orang-orang yang berpura-pura untuk mengerti dan perduli. Karena pada dasarnya, tidak ada yang nyata di dunia ini, semua hanya perspektif belaka.
Bahkan untuk kasus jejaring sosial pun, diperlukan suatu kolom khusus dimana diperlukan komentar orang-orang lain terhadap apa yang kita lakukan. Entah itu diperlukan atau tidak, kolom itu akan tetap ada, karena bagi sebagian orang jelas menganggap itu penting.
Judgement seems like a big deal for some people. And looks like people just couldn’t help theirselves to keep saying that I am not good enough, that I am wrong, that I can not do anything, that I took the wrong step, or let just say being who I am is just not good enough. And somehow, they might be right.
But what do you want me to do then? commit suicide?
No, I still want to live my life.
There are two men that I trust in my whole life: my brother and my 6th boyfriend. And he said; I should believe that I can do whatever I set my mind to do, and I should also believe in myself as much as they do.
So, now that don’t kill me can only make stronger.

No comments:

Post a Comment