Sunday, April 27, 2014

Harapanku

Memasuki bulan April cuaca sudah mulai sedikit lebih bersahabat, sudah lebih bisa diajak berkompromi dengan badan yang sering kali terlalu malas untuk berteman dengan dinginnya udara di suhu minus Russia.
Sudah hampir tujuh bulan aku tinggal di kota ini. Ingat sekali dulu sebelum berangkat Ayah bilang "Gw seneng lo mau pergi, ngerantau. Nanti disana nggak semuanya akan jadi gampang, tapi pasti ada pelajaran dibalik semua yang lo lalui. 3 tahun tuh sebentar Dek, pasti tau-tau akan selesai. Jadi nikmati aja waktunya, dan jalani apa yang perlu dijalankan, dan selalu inget sama tanggung jawabnya." Dan memang banyak yang tidak mudah, walaupun kesulitan itu adanya hanya di kepala, tapi bukannya hal tersulit di dunia itu memang untuk berkompromi dengan pikiran sendiri?

Ada seorang teman dekat yang bilang "Bertemanlah dengan buku, karena buku selalu terbuka".
Saat awal datang ke kota ini, aku sering kali bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya rencana Tuhan yang telah disiapkan untukku. Tidak pernah sekalipun aku membayangkan harus bermimpi untuk pergi sekolah ke Russia dan terdampar di kota yang dahulunya tidak pernah sekalipun aku dengar. Yang saat itu aku tau hanyalah.. mungkin aku menyiapkan mimpiku terlalu rapi dan terlalu sempurna, sampai-sampai aku lupa bahwa yang menentukan kesempurnaan itu hanya Tuhan.
Saat itu aku mulai mempertanyakan tentang arti, apakah ini semua akan berarti nantinya. Sampai pada suatu percakapan Skype, temanku bilang "Na, pelajaran apa sih yang lebih penting daripada pelajaran hidup?" Walaupun kalimat itu terdengar agak berlebihan bagi sebagian orang, tapi buatku itu jawaban. Aku mulai lupa dengan kata syukur karena salah satu mimpiku sudah di jawab oleh Tuhan, mulai lupa bahwa banyak orang-orang baik di sekitarku yang tidak pernah lelah mengingatkan seberapa beruntungnya hidup yang kujalani saat ini, aku terlalu sombong dengan hanya melihat kekurangan dari banyaknya kelebihan dan kenikmatan yang aku punya. Atau mungkin aku hanya menjadi manusia.
Dan saat itulah aku mulai lagi membaca, novel-novel lama dan cerita-cerita lama yang sudah mulai malas aku buka. Aku hanya butuh mata baru untuk memberi tahuku bagaimana caranya untuk menikmati lagi apa yang aku punya saat yang aku dapatkan itu tidak sepenuhnya yang aku minta. "Loneliness is a lie, cause the universe is there to keep me company", kalimat ini adalah senjata andalanku kapanpun itu saat aku merasa kesepian, dulunya aku selalu bingung which parts of the universe that keeps me company? Dan aku membaca di salah satu artikel bahwa salah satu cara agar manusia dapat lebih menghargai hidup yang ada di sekelilingnya adalah dengan look around a little bit more, enjoy your surroundings, enjoy them as your best company. And I do, enjoy them as my best company. Why? Cause they're always there.
Dan mulai saat itulah, aku mulai dapat lebih memanfaatkan kameraku dengan lebih bijaksana dengan mengabadikan semua keindahan alam yang tertangkap oleh mataku. Aku tau mereka akan disana setiap hari, mungkin tidak akan banyak yang berubah hari ini dan esok, tapi aku selalu takut hari esok tidak akan seindah hari ini, aku selalu takut bahwa apa yang aku lihat hari ini tidak akan sama lagi esoknya.




Dan aku senang, kegiatan baruku cukup menginspirasi beberapa orang disekelilingku untuk melakukan hal yang sama. Bukan senang karena aku seakan-akan menjadi trendsetter, tapi apa sih yang bisa lebih bahagia daripada dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan suatu kegiatan yang positive? Tentunya selain dapat menginspirasi orang lain untuk berbuat baik, karena tentu itu yang utama.

Dan hari ini ditutup dengan sebuah photo dari seorang teman di Jogja yang hari ini melakukan kegiatan di RS Sardjito (Kadang seseorang dapat dengan sangat sinis mengkritik jejaring sosial karena dianggap buang-buang waktu dan tidak penting. Tidak salah, karena banyak orang yang menyalah gunakan tempat tersebut, tapi tidak sedikit mereka yang memanfaatkan tempat tersebut dengan sangat baik. Berbagi informasi dan kebaikan itu banyak caranya, dan setiap orang memiliki caranya sendiri untuk melakukan itu semua, salah satunya dengan berbagi kata-kata baik yang enak dibaca dan berbagi photo yang enak untuk dilihat). Seorang teman dari jurusan Psikologi UGM sedang melakukan kegiatan dongeng dengan puppet doll bersama anak-anak yang menderita kanker darah dan penyakit kelainan darah lainnya. Selalu ingat saat Nelson Mandela menulis bahwa "It's not lack of capability that limited our people, it's lack of opportunity" dan saat melihat photo itu , mulai terpikir bahwa ada hal lain yang harus ditambahkan; Hope, lack of hope. Sebagai orang yang terlahir dengan jiwa dan raga yang sehat, akan sulit bagi kita untuk membayangkan ada di posisi mereka. Mudah bagi kita untuk bermimpi, mudah bagi kita untuk bersyukur (itupun sering kali luput kita lakukan) atas apa yang kita punya dan dapatkan, mudah bagi kita untuk bermimpi akan masa depan saat kita selalu diajak untuk optimis bahwa masa depan kita akan cerah asal kita berusaha, kita tau bahwa kita semua punya masa depan walaupun kita tau tidak ada seorangpun yang tau akan masa depan. Melihat photo itu hanya membuatku sedih karena aku harus membuka mataku lagi bahwa masih banyak anak diluar sana yang bahkan hanya untuk bermimpi akan masa depanpun mereka sulit, karena mereka tidak tau apakah masa depan itu masih ada nantinya untuk mereka?
Rasanya sedih dan sia-sia untuk terus duduk disini tanpa bisa melakukan apa-apa, rasanya sedih saat ingat perkataan Oprah "Once you saw it, you can no longer pretend like they don't exist", rasanya sedih dan sia-sia saat melihat orang lain sudah berbuat banyak untuk orang lain dan aku hanya bisa menonton dengan air mata haru. Tapi sekali lagi seperti yang selalu Ayah bilang "Semua pasti ada artinya, pasti ada pelajaran baik yang bisa lo pelajari".

Jadi apapun yang aku lakukan hari ini dan semua kegiatan baik yang orang lain lakukan hari ini dan esok untuk sesama, semoga akan selalu ada hal baik yang bisa dipelajari dan dijadikan contoh, semoga selalu ada tindakan baik yang dapat menginspirasi banyak orang lagi untuk berbuat baik bagi sesama, dan semoga setiap orang dapat bisa lebih bahagia lagi setiap harinya, dan tentunya semoga lebih banyak anak-anak lagi yang dapat mulai bermimpi dan memiliki harapan baru yang lebih baik untuk masa depannya.



Semoga :')

Monday, April 14, 2014

My Last Goodbye

In one lovely afternoon, you told me a few months before that you're making your way back.
And there I was, sitting nervously in my car, making my way back to meet you, in your arms.
I have never really understood the idea of it, but eventually it was only about how much courage you got to travel million miles away to have me in your arms again.

I loved you, enough, to leave.
I often wonder why do I have to meet you,
when impossible is the most possible word to describe?
I often wonder why do I have to love you,
when painful words were the only thing I could have asked?

I have never seen enough love, yet I have seen enough of your love.
None of it could make me laugh, none of it could make me high.
I have never shared my tears with you,
yet I shared it with another you.

Thank you for the greatest lessons you've given me,
that your love could only make me see,
that life's out there waiting for me,
like the sun shines through that window tree.

Wednesday, April 9, 2014

You.

To you, who made me realize that it's okay to be together.

Today I saw you walking, almost all sweating.
It almost always made me laugh everytime I hear you whining,
about how much you hate summer and how hot the weather was.
You should know, I love you with all your funny sweat,
and I love you for making me warm these past cold days.

I have been through enough times with guys,
whom I first thought were my soulmate.
But they weren't, and they never will.
I have learned enough from my mistakes,
to know who I really want, and
to know that it takes an effort to love someone.

I know it's not easy neither to deal nor live with me.
How sensitive I can be that I could cry every 5 minutes.
Though, being with me might not be a good choice for you,
but here you are, holding me tight with my random tears,
and here you are, making me cry,
cause I feel incredibly grateful to be loved by you.